Penderita Katarak Usia Lanjut Rentan Alami Depresi
Januari 12, 2017

 

Penderita katarak pada usia lanjut lebih mungkin berisiko mengalami gejala depresi, baik terjadi dengan sendirinya,  maupun dari faktor gaya hidup  menurut sebuah penelitian.

Kehilangan penglihatan menyebabkan orang dengan usia lanjut terisolasi dan berujung pada meningkatnya risiko depresi. Oleh karena itu, penderita katarak usia lanjut membutuhkan perawatan yang lebih khusus.

Temuan ini menunjukkan bahwa gejala depresi lebih umum dialami wanita daripada pria. Orang lanjut usia dengan tingkat pendidikan yang rendah kemungkinan besar akan memiliki peningkatan 50 persen gejala depresi dibandingkan mereka yang berpendidikan tinggi.

Tidak ada perbedaan dalam gejala depresi antara orangtua dengan katarak pada satu mata atau terhadap kedua mata.

"Studi kami menyoroti lebih lanjut tentang hubungan yang kompleks antara penuaan, kehilangan penglihatan, katarak, dan depresi dan menyarankan bahwa mungkin ada peran untuk operasi katarak dalam meningkatkan kesehatan mental pada orangtua," kata Haifang Wang, dari Soochow University di Suzhou, China dilansir Times of India.

Katarak yang terkait dengan usia adalah penyebab utama gangguan penglihatan di seluruh dunia dan diperkirakan akan meningkat karena demografi penduduk bergeser ke arah usia lanjut.

Untuk penelitian ini, tim peneliti melakukan survei pada 4.600 orang dewasa yang lebih tua (60 tahun atau lebih tua) di China. Para peserta juga menjalani pemeriksaan mata klinis untuk menilai keberadaan dan tingkat keparahan katarak.

"Hasil ini menunjukkan bahwa dokter mata dan perawatan profesional penglihatan harus berpikir di luar efek langsung dari katarak pada tunanetra. Kami juga harus mempertimbangkan dampak yang lebih luas pada kehilangan penglihatan yang mungkin mempengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan," kata para peneliti.